Perjalanan Haji yang Penuh Makna

Wujudkan impian berhaji dengan layanan terbaik, bimbingan penuh, dan fasilitas eksklusif untuk ibadah yang lebih khusyuk dan nyaman.

Mata Uang yang Berlaku di Arab Saudi: Wajib Tahu Sebelum Haji

Jul 31, 2025 | Haji Furoda, haji khusus, Haji Plus, Info | 0 Komentar

Mata Uang yang Berlaku di Arab Saudi untuk Jamaah Haji

mata uang yang berlaku di Arab | Saat bersiap berangkat haji, kebanyakan orang fokus pada perlengkapan ibadah dan persiapan fisik. Tapi satu hal penting yang kadang terabaikan adalah soal uang. Ini bukan cuma soal berapa banyak yang harus dibawa, tapi juga soal jenis mata uang, cara tukar, dan sistem pembayaran di Arab Saudi. Banyak jamaah haji merasa kebingungan begitu tiba di Tanah Suci, terutama saat butuh belanja kebutuhan harian atau membeli oleh-oleh.

Mengingat Arab Saudi punya sistem keuangan dan mata uang yang berbeda dengan Indonesia, penting sekali untuk memahaminya sebelum berangkat. Artikel ini akan mengulas secara ringkas namun lengkap seputar mata uang di Arab Saudi, cara menukarnya, sampai tips aman membawa uang saat haji. Cocok dibaca semua kalangan, termasuk yang belum pernah ke luar negeri sekalipun.

Mata Uang Resmi Arab Saudi

Mata uang yang berlaku di Arab Saudi adalah Riyal Saudi, yang sering ditulis dengan singkatan SAR atau SR. Uang ini digunakan di seluruh wilayah Arab Saudi untuk semua transaksi, dari belanja kebutuhan harian sampai pembayaran layanan transportasi. Setiap 1 Riyal terdiri dari 100 Halalah, walau pecahan Halalah kini jarang ditemui di transaksi sehari-hari.

Riyal Saudi memiliki beberapa pecahan uang kertas yang umum digunakan, yaitu 1, 5, 10, 50, 100, 200, dan 500 Riyal. Koin juga tersedia, tapi tidak banyak dipakai kecuali untuk kembalian kecil. Rata-rata transaksi selama haji akan menggunakan pecahan 5 Riyal ke atas.

Nilai tukar Riyal terhadap Rupiah berubah-ubah. Namun secara umum, 1 Riyal Saudi setara dengan sekitar Rp4.400 hingga Rp4.700 tergantung kurs saat itu. Karena itu, penting untuk cek kurs terbaru sebelum menukar uang, agar tahu berapa nilai tukar yang kamu dapat.

Di Mana Sebaiknya Tukar Uang?

Idealnya, tukar uang Riyal dilakukan sebelum kamu berangkat ke Arab Saudi. Menukar uang di Indonesia biasanya memberikan nilai tukar yang lebih kompetitif dan prosesnya lebih tenang karena tidak terburu-buru. Kamu bisa menukarnya di bank syariah seperti BSI atau BRI Syariah, atau money changer resmi yang terpercaya dan sudah berizin dari Bank Indonesia.

Beberapa embarkasi haji juga menyediakan layanan penukaran uang khusus jemaah. Kalau kamu lebih nyaman menukar uang di lokasi keberangkatan, itu juga bisa menjadi pilihan aman.

Jika terpaksa harus menukar uang di Arab Saudi, lakukan di tempat resmi seperti bandara, hotel besar, atau pusat perbelanjaan besar. Hindari tukar uang di pinggir jalan atau tempat tidak resmi karena berisiko terkena penipuan atau kurs yang sangat merugikan.

Berapa Banyak Uang yang Perlu Dibawa?

Jumlah uang yang dibawa tentu tergantung kebutuhan masing-masing. Tapi sebagai acuan umum, jamaah haji biasanya menghabiskan sekitar 1.500 hingga 2.000 Riyal selama menjalani ibadah haji. Jumlah itu sudah mencakup pengeluaran pribadi seperti makanan tambahan, laundry, transportasi dalam kota, dan belanja oleh-oleh.

Selain uang untuk kebutuhan harian, sebaiknya kamu membawa cadangan untuk kebutuhan darurat. Jangan semua uang disimpan di satu tempat. Bagi ke dalam beberapa bagian: sebagian simpan di koper (untuk kebutuhan besar), sebagian di tas harian, dan sebagian lagi di sabuk uang yang bisa kamu bawa terus saat beraktivitas.

Apakah Bisa Menggunakan Kartu ATM Indonesia?

Ya, kamu bisa menggunakan kartu ATM dari Indonesia di Arab Saudi asal memiliki logo Visa atau MasterCard. Sebelum berangkat, pastikan kamu mengaktifkan fitur transaksi luar negeri melalui customer service bank. Ini penting karena jika belum diaktifkan, kartu tidak akan bisa digunakan sama sekali di luar negeri.

Kamu bisa tarik tunai Riyal langsung di mesin ATM Arab Saudi yang tersebar luas di berbagai kota. Beberapa bank besar seperti Al Rajhi, SNB, dan NCB memiliki jaringan ATM internasional. Namun perlu dicatat, setiap kali tarik tunai kamu akan dikenakan biaya tambahan, biasanya antara Rp25.000 sampai Rp50.000 tergantung kebijakan bank kamu.

Kartu ATM ini sangat berguna sebagai cadangan saat uang tunai kamu mulai menipis. Tapi tetap, jangan sepenuhnya bergantung pada kartu karena ada beberapa tempat di Arab Saudi yang hanya menerima uang tunai.

Sistem Pembayaran di Arab Saudi

Arab Saudi termasuk negara maju dalam hal sistem pembayaran. Selain uang tunai, banyak toko dan restoran di sana yang menerima pembayaran dengan kartu debit, kartu kredit, dan pembayaran digital. Namun untuk jamaah haji dari Indonesia, metode yang paling umum dan aman tetap uang tunai.

Dompet digital lokal seperti Mada Pay dan STC Pay sangat populer di kalangan warga Saudi, tapi belum tentu bisa digunakan oleh warga asing. Dompet digital dari Indonesia seperti GoPay, OVO, atau DANA belum bisa digunakan untuk transaksi langsung di Arab Saudi.

Kalau kamu membawa kartu debit berlogo Visa atau MasterCard, kamu bisa menggunakannya di toko-toko besar, minimarket, dan hotel. Tapi sebaiknya kamu tetap siapkan uang tunai untuk transaksi kecil seperti beli air minum, makanan di pinggir jalan, atau naik transportasi umum.

Aplikasi Pendukung Selama di Tanah Suci

Beberapa aplikasi bisa membantu kamu lebih nyaman selama di Arab Saudi. Yang pertama, XE Currency — aplikasi ini berguna untuk mengecek kurs Riyal ke Rupiah secara real-time. Ini membantu kamu menghitung pengeluaran dengan cepat.

Selanjutnya, Google Translate sangat penting karena tidak semua warga lokal bisa berbahasa Inggris, apalagi Bahasa Indonesia. Gunakan fitur terjemahan suara untuk komunikasi singkat.

Jangan lupa juga install aplikasi bank kamu seperti BSI Mobile atau BRI Mobile untuk memantau saldo dan transaksi jika kamu membawa kartu ATM. Dan pastikan kamu punya WhatsApp aktif untuk komunikasi dengan keluarga atau petugas haji.

Tips Aman Mengelola Uang Selama Haji

Bawa uang secukupnya saat keluar hotel, jangan semuanya. Simpan uang dalam beberapa tempat berbeda untuk menghindari kehilangan total jika terjadi pencopetan. Gunakan sabuk uang atau tas kecil anti-maling yang bisa kamu pakai setiap saat.

Simpan juga fotokopi atau scan dari dokumen penting seperti paspor, visa, dan tiket pesawat di HP atau email kamu. Kalau kehilangan uang atau kartu, segera lapor ke petugas haji yang mendampingi.

Hindari godaan menukar uang dengan orang asing di pinggir jalan, berapa pun bagusnya kurs yang ditawarkan. Jangan mudah percaya, apalagi dalam kondisi ramai atau terburu-buru.

Apakah Rupiah Bisa Digunakan di Arab Saudi?

Jawabannya adalah tidak. Rupiah tidak bisa digunakan untuk transaksi di Arab Saudi. Semua transaksi wajib menggunakan Riyal. Bahkan di bandara atau pusat perbelanjaan pun, tidak ada yang menerima pembayaran dengan Rupiah.

Jadi, jangan berharap bisa belanja dengan uang Indonesia. Sebaiknya tukarkan sebelum berangkat atau bawa cadangan dalam bentuk Riyal langsung dari tanah air.

Kesimpulan

Mengetahui mata uang yang berlaku di Arab Saudi sangat penting untuk mendukung kelancaran ibadah haji. Dengan membawa Riyal dalam jumlah yang cukup dan memahami sistem pembayaran di sana, kamu bisa beribadah lebih tenang tanpa harus repot soal transaksi.

Ingat, bawa uang secukupnya dan simpan di beberapa tempat untuk keamanan. Gunakan kartu ATM hanya sebagai cadangan dan jangan terlalu bergantung pada teknologi karena sinyal dan sistem bisa saja bermasalah saat musim haji. Semakin siap kamu soal uang, semakin tenang pula perjalanan ibadahmu nanti.

Artikel Populer

  • Hierapolis – Pamukkale
    Hierapolis – Pamukkale adalah sebuah kota kuno yang terletak di mata air panas di Phrygia klasik di Anatolia. Di zaman Romawi daerah ini begitu ramai, […]
  • Pamukkale – Cotton Castle
    Cotton Castle Pamukkale Pamukkale, dalam bahasa Turki berarti “istana kapas” atau Cotton Castle, merupakan pusat turis di Denizli,Turki barat daya yang terkenal dengan teras travertine […]
  • Arab Saudi Sudah Menetapkan Kuota Haji 2026 Indonesia
    Arab Saudi Sudah Menetapkan Kuota Haji Indonesia 2026 Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa kuota haji bagi Indonesia tahun 2026, yaitu sama seperti tahun 2025: […]
  • Hagia Sophia: Bangunan Bersejarah Yang Kini Menjadi Masjid
    Bangunan Megah Pertama di Istanbul Hagia Sofia, merupakan salah satu gereja tertua yang dibangun di masa Romawi Bizantium. Masa Romawi Byzantium Hagia Sofia, pertama dibangun […]
  • Cara Mengatur Keuangan Selama Ibadah Haji
    Cara Mengatur Keuangan Selama Ibadah Haji Mengatur keuangan selama ibadah haji | Melaksanakan ibadah haji adalah impian jutaan umat Islam. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk […]

Populer

rombongan haji Caraka 2019
rombongan haji Caraka 2019
haji plus 2017 mina