Arab Saudi Sudah Menetapkan Kuota Haji Indonesia 2026
Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa kuota haji bagi Indonesia tahun 2026, yaitu sama seperti tahun 2025: 221.000 jemaah.
“Ya, kuota haji kita itu tetap dari pemerintah Saudi Arabia, estimasinya sekitar 221.000 kuota,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Tangerang, Senin (29/09).
Meski begitu, ia tak menutup kemungkinan adanya tambahan di kemudian hari. “Kalau ada penambahan dan sebagainya kita belum tahu. Mereka sampaikan bahwasannya kemungkinan kuota haji Indonesia itu tetap. Kalaupun ada perubahan penambahan nanti kita lihat perkembangannya,” tambahnya.
Wamenhaj Dahnil menuturkan bahwa peruntukan kuota itu terdiri dari haji reguler sebanyak 92 persen dan haji khusus sebesar 8 persen. “Artinya ada sekitar 203.000 untuk jemaah reguler, kemudian sekitar kurang lebih 17.000-an untuk jemaah haji khusus,” kata dia.
Pengumuman kuota musim haji 2026 mengalami keterlambatan. Seharusnya pembagian kuota itu diumumkan pada 11 Juli 2025. Keterlambatan pengumuman kuota haji ini kemudian diduga berhubungan dengan isu pengurangan kuota imbas sejumlah masalah pada pelaksanaan haji 2025.
Penyesuaian Dalam Haji 2026
Selain kuota, isu biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) juga menjadi perhatian. Dahnil menyebut pembahasan BPIH akan dilakukan bersama DPR di Komisi VIII. Salah satu yang bakal berubah adalah skema pembagian kuota per provinsi—ada daerah yang jatahnya naik, ada juga yang turun.
Di sisi lain, pemerintah sudah menunjuk dua perusahaan (syarikah) untuk melayani jemaah haji Indonesia. Dari 150 pendaftar, terpilih Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest. Keduanya sebelumnya pernah bekerja sama dalam penyelenggaraan haji.
Jumlah kuota Haji 2026, 221.000, adalah sama dengan kuota Haji tahun 2017, 2018, dan 2025. Sementara tahun 2019, terdapat tambahan kuota 10.000, tahun 2024 terdapat kuota tambahan 20.000. Sementara tahun 2020 – 2021, Indonesia tidak dapat kuota karena pandemi Covid-19, dan tahun 2022, Indonesia mendapatkan kuota 100.051, karena masih masa pemulihan dari pandemi Covid-19 tersebut.
Sumber: Tempo.co & HIMPUH
30 september 2025








